Senin, 04 Februari 2013



JAKARTA— Kementerian Perhubungan mencatat dari 42 rute domestik bekas maskapai Batavia Air akhirnya bersisa 22 rute karena sudah dialihkan ke tiga perusahaan penerbangan, yakni Mandala Airlines, Travel Express dan Citilink Indonesia.
Untuk mendapatkan rute domestik bekas Batavia Air ini, ketiga maskapai tersebut menggratiskan calon penumpang Batavia yang sudah terlanjur membeli tiket untuk terbang dengan Mandala, Travel Express, dan Citilink ke rute-rute yang sudah diterbangi masing-masing.

“Penumpang eks-Batavia Air yang sudah memiliki tiket dapat terbang dengan Citilink, Travel Express dan Mandala Air tanpa dipungut biaya lagi. Kemenhub, Mandala, Citilink dan Ekpress tidak akan menagih ke Batavia Air,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan hari ini, Minggu (3/2/2013).

Bambang menambahkan manajamen Citilink menyatakan sanggup mulai melayani penumpang ex Batavia mulai Selasa, 5 Februari 2013 di rute-rute yang selama dilayani Citilink.

Travel Express akan mulai melayani penumpang ex Batavia mulai Senen, 4 Februari 2013 untuk rute Jakarta-Tanjung Karang dua kali sehari dan Pontianak-Yogyakarta dua kali sehari.
Dia menjelaskan ketiga maskapai yang memberikan pelayanan gratis kepada calon penumpang Batavia Air ini akhirnya memperoleh rute-rute penerbangan bekas maskapai yang berhenti operasi akibat dipailitkan ini.

Bambang menyebutkan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub telah menyetujui permohonan Citilink untuk  menerbangi 14 rute ex Batavia. Saat ini dipersiapkan administrasi perizinan untuk Citilink. Untuk jadwal baru ex Batavia, akan dilayani Citilink paling lama 2 minggu untuk persiapan operasional.

“Dengan demikin sudah 22 rute dari 42 rute domestik ex Batavia yang dialihkan ke maskapai penerbangan Mandala, Travel Express dan Citilink. Diharapkan dengan dilayaninya rute ex Batavia tersebut, masalah penumpang yang tidak terlayani dengan pailitnya Batavia dapat tertangani,” kata Bambang.

Dia menjelaskan pemberian izin rute mempertimbangkan supply (pasokan) dan demand (permintaan). Bila satu rute ex Batavia sudah diizinkan kepada satu maskapai, tidak akan diserahkan kepada yang lain. Contoh, rute Jakarta-Pekanbaru, bekas Batavia, sudah diserahkan kepada Mandala, maka saat Travel Express mengajukan permohonan tidak dikabulkan. “Prinsipnya tidak ada penambahan slot time hanya pengalihan . Jadi keseimbangan tetap terjaga.”

Menurut Bambang, rute adalah resources yang terbuka, diberikan berdasarkan pertimbangan supply and demand. Pengalihan tidak ada masalah. Bila ada rute baru yang ditawarkan terbuka untuk semua, sekali sudah ada yang menawar lebih dahulu, maka dia mendapat keistimewaan (atau dikenal dengan virigin route) sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No.25.

“Rute yang dilayani Batavia Air adalah rute yang sudah tumbuh dan matang, sehingga secara jangka pendek pun sudah menjanjikan. Maskapai pasti sudah memperhitungkan. Diperkirakan biaya tersebut lebih kecil dibandingkan biaya untuk memulai rute baru, yang memerlukan sekitar 6-12 bulan untuk tumbuh, semua maskapai pasti sudah saling intip load factor kompetitor,” tuturnya. (sut/fsi)

sumber: http://bisnis-jabar.com

2 komentar:

  1. mau tnya dong mas, kira2 ada gak rute lampung lombok,langsung ,

    BalasHapus
  2. Untuk rute Bandar Lampung ke Lombok, tidak ada rute penerbangan langsung broo. Semua transit di Jakarta dulu, baru ke Lombok.

    BalasHapus